Kamis, 14 Februari 2008

Struktur IP

IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.136.0.1

Mengubah Angka Biner ke Desimal
Sebelum menggunakan IP address, pertama-tama yang perlu anda ketahui adalah cara mengubah angka biner ke desimal dan sebaliknya.

Biner

1

1

1

1

1

1

1

1

Desimal

128

64

32

16

8

4

2

1

Angka biner 0 tentu memiliki nilai desimal 0 juga. Dengan menjumlahkan nilai-nilai desimal yang berkaitan, maka Anda dapat menghitung angka desimal dari sutau kelompok angka biner. Contoh: Angka biner 11001011

1

1

0

0

1

0

1

1

128

64

32

16

8

4

2

1

= 203

Mengubah Angka Desimal ke Biner
Cara menghitung nilai biner dari angka desimal yang diketahui adalah dengan metode membagi angka desimal dengan angka 2, sambil memperhatikan hasil sisa pembagiannya. Contoh: Angka desimal 203
203 : 2 = 101 sisa 1
101 : 2 = 50 sisa 1
50 : 2 = 25 sisa 0
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 diletakkan di posisi akhir 1 Dari pembagian diatas, angka biner adalah angka-angka sisa yang dibaca dari bawah yaitu: 11001011

Kelas IP Address
IP Address terdiri dari 32 bit angka biner, yang dapat ditulis dalam empat kelompok, terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik. Contoh:

1100000000.00010000.00001010.00000001 (Binary) = 192.168.10.1 (Decimal)

Untuk menandai kelas satu dengan kelas yang lain, maka dibuat beberapa peraturan sebagai berikut:

  • Oktet pertama dari Kelas A dimulai dengan angka biner 0
  • Okter pertama dari Kelas B dimulai dengan angka biner 10
  • Okter pertama dari Kelas B dimulai dengan angka biner 110

Oleh sebab itu, IP Address dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka desimal tertentu pada oktet pertama.

Kelas-kelas IP Address dengan default subnet mask

Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask Range Maksimum Network Maksimum Host per Network

A

w. x.y.z 255.0.0.0 1 – 126 127 16777214

B

w.x. y.z 255.255.0.0 128 – 191 16384 65534

C

w.x.y. Z 255.255.255.0 192 – 223 2097152 254

Di samping itu ada beberapa peraturan tambahan yang perlu juga anda ketahui, yaitu:

  • Angka 127 di oktet pertama digunakan untuk loopback
  • Network ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1
  • Host ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1

Catatan: Selain ketiga kelas A, B dan C yang sering dipakai, sebenarnya ada lagi kelas D dan E yang jarang dipakai. Kelas D di mana oktet pertama dimulai dengan biner 1110 dipergunakan untuk alamat-alamat multicast. Sedangkan kelas E di mana oktet pertama dimulai dengan biner 1111 dipersiapkan untuk sarana eksperimentasi.

Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana yang dipakai oleh suatu IP Address, dipergunakan default subnet mask. Setiap IP address harus memiliki default subnet mask. Angka desimal 255 atau biner 11111111 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk network ID. Subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk host ID

Subnetting Kelas A

Kelas A
# bit masked #subnet Subnet Mask # host per subnet
1 Invalid Invalid -
2 2 255.192.0.0 4194302
3 6 255.224.0.0 2097150
4 14 255.240.0.0 1048574
5 30 255.248.0.0 524286
6 62 255.252.0.0 262142
7 126 255.254.0.0 131070
8 254 255.255.0.0 65534
9 510 255.255.128.0 32766
10 1022 255.255.192.0 16382
11 2046 255.255.224.0 8910
12 4094 255.255.240.0 4094
13 8910 255.255.248.0 2046
14 16382 255.255.252.0 1022
15 32766 255.255.254.0 510
16 65534 255.255.255.0 254
17 131070 255.255.255.128 126
18 262142 255.255.255.192 62
19 524286 255.255.255.224 30
20 1048574 255.255.255.240 14
21 2097150 255.255.255.248 6
22 4194302 255.255.255.254 2
23 - 255.255.255.255 Invalid
24 - Invalid

Subnetting Kelas B

Kelas B
# bit masked #subnet Subnet Mask # host per subnet
1 Invalid Invalid -
2 2 255.255.192.0 16382
3 6 255.255.224.0 8910
4 14 255.255.240.0 4094
5 30 255.255.248.0 2046
6 62 255.255.252.0 1022
7 126 255.255.254.0 510
8 254 255.255.255.0 254
9 510 255.255.255.128 126
10 1022 255.255.255.192 62
11 2046 255.255.255.224 30
12 4094 255.255.255.240 14
13 8910 255.255.255.248 6
14 16382 255.255.255.252 2
15 - 255.255.255.254 Invalid
16 - 255.255.255.255 Invalid

Subnetting Kelas C

Kelas C
# bit masked #subnet Subnet Mask # host per subnet
1 Invalid Invalid -
2 2 255.255.255.192 62
3 6 255.255.255.224 30
4 14 255.255.255.240 14
5 30 255.255.255.248 6
6 62 255.255.255.252 2
7 - 255.255.255.254 Invalid
8 - 255.255.255.255 Invalid

IP Calculator:
http://jodies.de/ipcalc (Web)
http://www.famatech.com/products/utilities/ipcalculator.php (Application - Free)


0 komentar: