Jumat, 18 April 2008

Korporat Pakai 20% Budget IT untuk Sekuriti

Menurut laporan yang dikeluarkan Computing Technologi IndustryAssociation (CompTIA), hari Selasa tanggal 9 Oktober, kebutuhaninformasi teknologi sekuriti memakai 20% dari jumlah dana yangdikeluarkan tahun lalu untuk teknologi.
Survei CompTIA melibatkan 1070 organisasi dan menunjukkanbahwa rata-rata perusahaan menggunakan 20% dari dana yang dialokasikanuntuk teknologi untuk keperluan yang berkaitan di sekuriti di tahun2006, naik dari 15% di tahun 2005 dan 12% di tahun 2004.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa 42% dari dana yangdikeluarkan untuk IT sekuriti dipakai untuk pembelian produk. Padaumumnya, 17% dipakai untuk proses sekuriti yang berkaitan, 15% untuktraining, 12% untuk audit dan 9% untuk sertifikasi. Sisanyadipakai untuk keperluan lain-lainnya.

TNS, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang marketing daninformasi global menjalankan survei ini untuk CompTIA untukmengidentifikasikan pola pemakaian IT sekuriti saat ini dan mencarihalangan-halangan yang menghambat korporat-korporat dalammempraktikkan IT sekuriti.

Korporat-korporat berencana untuk meningkatkan pengeluaran disemua area yang berhubungan dengan IT sekuriti dalam 12 bulan depan,kata CompTIA. Hampir setengah dari responden mengatakan bahwa merekaberencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk teknologi yangberhubungan dengan IT sekuriti. Sepertiga dari responden mengatakanbahwa mereka berniat meningkatkan pengeluaran untuk trainingsekuriti. Mereka yang mengatakan akan meningkatkan pengeluaranmengatakan bahwa mereka akan meningkatkan pengeluaran hingga 23%(rata-rata).

Menurut CompTIA, anti-virus, firewall dan serverproxy menduduki peringkat teratas sebagai teknologi-teknologiIT sekuriti dan hampir semua korporat menggunakan itu. Dalam dua tahunterakhir, korporat semakin banyak menggunakan berbagai kombinasi dariteknologi IT sekuriti seperti kombinasi firewall, proxyserver, intrusion detection system (IDS), akses kontrol secarafisik dan lain-lain.

CompTIA memiliki lebih dari 22000 anggota di 100 negara yangberbeda. Asosiasi ini bertujuan untuk terus meningkatkan kesuksesandan pertumbuhan industri IT dalam jangka panjang.

sumber:klik

0 komentar: