Google App Inventor, sebuah nama yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah benar google sudah meruntuhkan image bahwa seorang programmer itu adalah seorang freak komputer?
Awal mulanya google membuat App Inventor adalah dengan tujuan agar para pengguna android dapat membuat program yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Karena pada dasarnya kebutuhan setiap manusia adalah berbeda-beda. Oleh karena itu Google mencoba merealisasikan mimpi-mimpi itu kedalam Google App Inventor. Disamping untuk keperluan pribadi, kita juga dapat menjual program buatan kita ke Android Market. Hmm.. siapa yang tidak tertarik dengan hal yang satu ini?
Mungkin sudah banyak dari kalangan pengguna android,kalangan IT, atau gadget freak yang ingin cepat-cepat mencoba kehebatan Google App Inventor ini. Tapi sangat disayangkan karena proyek ini masih beta, maka google hanya memberikan invitation hanya kepada beberapa orang dari yang sudah mengisi form yang telah disediakan oleh google.
Kebetulan saat ini saya juga sudah mendapatkan undangan dari google untuk mencoba aplikasi App Inventor besutan google tersebut. Dari hasil percobaan saya, kiranya boleh saja kalau Google mempunyai ambisi dengan proyek ini. Mereka berharap, nantinya, anak sekolah dasar pun bisa membuat aplikasi untuk ponsel Android mereka. Tapi nyatanya beberapa orang yang sudah mencoba App Inventor ini ternyata masih menganggap ini membingungkan. Apa karena berbeda kebiasaan makanya banyak yang bingung saat menggunakan App Inventor ini. Ataukah memang App Inventor yang sangat membingungkan?
Dan beberapa orang yang sudah mencoba juga mengatakan bahwa meski sudah dipermudah dengan App Inventor, yang namanya membuat program tetap sulit. "Anda tidak bisa membuatnya kecuali Anda programer atau ada programer di dekat Anda," tutur David Pouge, seorang wartawan yang mencobanya.
Mungkin saya akan berbagi sedikit pengalaman pada saat mencoba App Inventor ini.
Sebelum saya mencoba membuat program yang rumit di App Inventor ini, kiranya saya mencoba membuat aplikasi sederhana yang sudah dibuat sebagai sample oleh google. Yah itu adalah aplikasi "Pet Me". Sebuah aplikasi yang pada saat dijalankan akan keluar gambar kucing dan kalau gambar kucing tersebut disentuh,maka akan muncul suara kucing.
Tools yang saya butuhkan adalah :
- 1 buah Label untuk Nama Aplikasi
- 1 buah command button untuk menempelkan foto kucing
- 1 buah Media Sound untuk menghasilkan suara.
Setelah membuat interface aplikasi ini, maka saatnya menuju "Block Editor"
Fungsi Block Editor adalah pengganti Source Code. Kalau di Pemograman Visual Basic, pembuatan program di bagi kedalam 2 kategori, kategori Interface dan kategori Coding.
Tetapi didalam App Inventor tidak ada coding, yang ada hanya block-block seperti Flow Chart.
Berikut ini saya berikan Block untuk aplikasi "Pet Me" :
=================
When Button Click
=== =============
Do | Call Sound1.Play
=================
Jadi kalau dibaca, Ketika Tombol yang bergambar kucing di klik/sentuh maka Sound akan berbunyi.
Kelihatannya simple kalau melihat aplikasi ini. Lalu saya mencoba lagi membuat satu aplikasi yang berasal dari ide sendiri.
Ide nya begini. Saya aktif di suatu forum, dan saya mempunyai 1 thread. Kiranya saya mau ada notif di aplikasi saya setiap kali ada postingan dari user lain di thread saya tanpa harus saya subscibe email saya.
Nah kalau ini saya baru ketahuan bahwa app inventor tidak semudah yang diberitahukan oleh Google.
Ok, kiranya sampai disini dulu review saya mengenai Google App Inventor. Nanti kalau sudah bener-bener paham baru saya akan review lagi.
Terima kasih
Senin, 27 September 2010
Google App Inventor
Diposkan oleh
Ronny Tanjung
di
15:07
Label: All About IT
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar